Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

34 Pertanyaan Tentang Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia Beserta Jawaban

Soal (Essay) Materi Perkembangan Agama dan Kebudayaan Hindu-Buddha di Indonesia


13. Tuliskan beberapa perbedaan antara agama Hindu dan Buddha!

Jawaban:  
Perbedaan antara agama Hindu dan Buddha
a. Agama Hindu tumbuh di India sekitar tahun 1500 SM, sedangkan Agama Buddha pertama kali tumbuh di India bagian timur laut sekitar tahun 500 SM.
b. Agama Hindu mengenal sistem kasta, terdiri dari :
- Brahmana : Pendeta
- Ksatria : Raja, Bangsawan
- Waisya : Petani, pedagang, peternak
- Sudra : Pekerja, pelayan
- Paria : Pengemis, gelandangan
Sedangkan Agama Buddha bersifat non eksklusif, artinya agama Buddha bisa diterima siapa saja dan tidak mengenal pembagian masyarakat atau kasta. Agama Buddha juga tidak mengenal perbedaan hak antara wanita dan pria.
c. Perbedaan Kitab
Agama Hindu mengenal kitab Veda. Kitab Veda dibagi menjadi :
- Reg Veda : Kitb tertua dan tertulis diantara tahun 1500 – 900 SM
- Yajur Veda : Pedoman pengorbanan
- Sama Veda : Pedoman Zikir dan puji-pujian
- Artharva Veda : Kumpulan mantra – mantra gaib
Agama Buddha mengenal kitab Tripitaka, terdiri dari 3 tulisan, yaitu :
- Sutta (Suttanata) Pitaka
- Vinaya Pitaka
- Abhidharma Pitaka
d. Agama Hindu mengenal Tri Murti, yang merupakan 3 dewa utama, yaitu :
- Brahma (dewa pencipta)
- Wisnu (dewa pemelihara)
- Syiwa (dewa perusak)
Agama Buddha mengenal 2 aliran, yaitu :
- Hinayana
- Mahayana
e. Penganut agama Hindu lebih banyak menggunakan bahasa Sansekerta, sedangkan penganut Agama Buddha lebih banyak menggunakan bahasa sehari-hari.


14. Jelaskan pokok ajaran agama Buddha aliran Hinayana dan aliran Mahayana?

Jawaban:  
Aliran Hinayana mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana sangat tergantung pada usaha diri melakukan meditasi. Aliran Mahayana mengajarkan bahwa untuk mencapai nirwana , setiap orang harus mengembangkan kebijaksanaan dan sifat belas kasih.


15. Mengapa Agama Hindu Buddha relatif mudah masuk ke Indonesia?

Jawaban:  
Agama Hindu Buddha relatif mudah masuk ke Indonesia karena terjalinnya hubungan perdagangan antara Indonesia dengan negara-negara Asia di sekitarnya terutama India. Salah satu jalur lalu lintas laut yang dilewati India dan Cina adalah Selat Malaka, sedangkan Indonesia terletak di jalur posisi silang dua benua dan dua samudera serta berada dekat dengan selat malaka, sehingga Indonesia sering dikunjungi bangsa-bangsa asing (India, Cina, Arab, dan Persia). Kesempatan Indonesia untuk melakukan aktivitas perdagangan itulah menyebabkan terjadinya percampuran budaya. Proses masuknya agama Buddha ke Indonesia ada yang melalui pendeta agama (biksu) Buddha. Para biksu itu pergi ke seluruh dunia melalui jalur perdagangan. Sedangkan pada Agama Hindu, para Brahmana tidak wajib menyebarkan agama Hindu. Agama Hindu pada dasarnya bukanlah agama untuk umum. Pedalaman agama tersebut hanya mungkin dilakukan oleh golongan Brahmana. Selain itu, alasan lain bahwa bangsa Indonesia sendirilah yang berperan aktif menyebabkan pengaruh Hindu-Buddha di Indonesia. Hal itu didasarkan pada kenyataan bahwa sudah sejak lama bangsa Indonesia menjelajahi lautan untuk berdagang.


16. Jelaskan pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia!

Jawaban:  
Pengaruh kebudayaan Hindu-Buddha terhadap masyarakat Indonesia
a. Bidang agama : Sebelum masuk pengaruh Indra, kepercayaannya bersifat aninisme dan dinanisme. Kemudian agama Hindu-Buddha berakulturasi dengan kebudayaan Indonesia. Buktinya terdapat banyak upacara keagamaan Hindu-Buddha di Indonesia
b. Bidang politik dan pemerintahan : Terlihat jelas pada lahirnya kerajaan Hindu-Buddha di Indonesia
c. Bidang pendidikan : Agama Hindu-Buddha menjadi cikal bakal lahirnya lembaga-lembaga pendidikan di Indonesia
d. Bidang Sastra dan Bahasa : Pada awalnya orang-orang Indonesia hanya mengenal bahasa Sansekerta dan Pallawa. Pada masa kerajaan Hindu-Buddha ada karya sastra berupa : Arjuwiwaha, Bharatayudha, Gatotkaca Sraya, dan lain-lain
e. Bidang Seni dan Tari : Dari relief di candi Borobudur dan Prambanan memperlihatkan tarian yang berkembang hingga sekarang ini. Bentuknya berupa tarian perong, tawung, dan lain-lain


17. Deskripsikan mengenai kehidupan Budaya dan Agama di Kerajaan Kutai!

Jawaban:  
Kerajaan Kutai sudah dipengaruhi oleh kebudayaan India di tandai dengan adanya golongan – golongan seperti golongan istana, Brahmana, dan Ksatria. Golangan istana, Brahmana dan Ksatria menganut agama Hindu, sedangkan masyarakat umumnya masih menjalani adat istiadat dan kepercayaan asli mereka. Perubahan terpenting adalah timbulnya suatu sistem pemerintah yang dipimpin oleh raja. Sebelumnya kepala suku adalah pemimpin. Kerajaan Kutai menerima budaya asing dan menyesuaikan dengan budaya sendiri. Kerajaan Kutai memiliki kebiasaan mendirikan tugu batu yang disebut menhir untuk memuja roh nenek moyang. Kebudayaan India, mendirikan tugu baru (yupa) untuk meletakkan korban bakaran. Raja Aswawarman adalah raja pertama kerajaan Kutai yang memeluk agama Hindu.


18. Siapa sajakah yang pernah memerintah Kerajaan Kutai?

Jawaban:  
Pemerintahan Kerajaan Kutai
a. Raja Kudungga
Raja Kudungga adalah raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Kutai. Jika dilihat dari namanya yang masih menggunakan nama Indonesia, para ahli berpendapat bahwa pada masa pemerintahan Kudungga pengaruh agama Hindu baru masuk ke wilayahnya (belum terlalu kuat). Raja Kudungga dulunya adalah seorang kepala suku. Dengan masuknya pengaruh Hindu, ia mengubah struktur pemerintahannya menjadi Kerajaan dan mengangkat dirinya sebagai raja, sehingga pergantian raja dilakukan secara turun temurun,
b. Raja Aswawarman
Raja Aswawarman adalah putra dari Kudungga. Aswawarman disebut sebagai seorang raja yang cakap dan kuat. Aswawarman pulalah yang memiliki jasa paling besar atas perluasan wilayah Kerajaan Kutai. Perluasan wilayah dilakukan dengan upacara Asmawedha, yaitu upacara pelepasan kuda untuk menentukan batas wilayah kerajaan. Aswawarman adalah pendiri dinasti Kerajaan Kutai sehingga diberi gelar Wangsekerta (pembentuk keluarga)
c. Raja Mulawarman
Mulawarman merupakan putra dari Raja Aswawarman dan cucu dari Kudungga. Raja Mulawarman adalah raja terbesar dari Kerajaan Kutai. Di bawah pemerintahannya, rakyat Kutai hidup aman dan sejahtera. Pada prasasti Yupa, Mulawarman disebut sebagai raja yang dermawan karena telah memberikan sedekah berupa 20 ribu ekor sapi kepada para brahmana.
d. Raja Dharma Setia
Kerajaan Kutai runtuh pada masa pemerintahan Raja Dharma Setia. Dharma Setia sendiri terbunuh dalam peperangan melawan Aji Pangeran Anum Panji mendapat dari Kesultanan Islam Kutai Kartanegara. Terbunuhnya Raja Dharma Setia menandakan berakhirnya Kerajaan Kutai sekaligus menjadikan Dharma Setia sebagai raja terakhir Kerajaan Kutai.


19. Jelaskan Kronologi berdirinya Kerajaan Singasari?

Jawaban:  
Kerajaan Singasari (1222 M – 1293 M) adalah sebuah kerajaan di Jawa Timur yang didirikan oleh Ken Arok pada tahun 1222. Lokasi Kerajaan ini sekarang diperkirakan berada di daerah Singosari, Kabupaten Malang, dan merupakan cikal bakal berdirinya Kerajaan Majapahit (1293 M – awal abad ke 6M). Nama resmi Kerajaan Singasari sendiri sesungguhnya ialah kerajaan Tumapel. Menurut Kitab Nagarakretagama, ketika pertama kali didirikan tahun 1222, ibu kota Kerajaan Tumapel bernama Kutaraja. Seperti yang ditulis pula pada Prasasti Kudadu. Menurut Kitab Pararaton, Tumapel semula hanya sebuah daerah bawahan Kerajaan Kediri. Yang menjabat sebagai akuwu (setara jabatan camat jaman sekarang). Tumapel saat itu adalah Tunggul Ametung. Ia mati dibunuh dengan cara tipu muslihat oleh pengawalnya sendiri, yang bernama Ken Arok, yang kemudian menjadi akuwu baru. Ken Arok juga mengawini istri Tunggul Ametung yang bernama Ken Dedes. Ken Arok kemudian berniat melepaskan Tumapel dari kekuasaan Kerajaan Kediri. Pada tahun 1222 terjadi perseteruan antara Kertajaya (Raja Kediri) melawan kaum brahmana. Para brahmana lalu menggabungkan diri dengan Ken Arok yang mengangkat dirinya menjadi Raja Pertama Tumapel bergelar Sri Rajasa Sang Amurwabhumi. Perang melawan Kerajaan Kediri meletus di desa Gantar yang dimenangkan oleh pihak Tumapel dibawah pimpinan Ken Arok.


20. Jelaskan teori masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia !

Jawaban:  
Teori masuknya agama Hindu-Buddha di Indonesia 
a. Teori Brahmana (J.C.Vanleur) yaitu para Brahmana India datang ke Indonesia atas undangan para kepala suku setempat. Kaum Brahmana inilah yang kemudian menyebarluaskan ajaran agama dan budaya India di Indonesia. Budaya yang mereka perkenalkan adalah budaya Golangan Brahmana.
b. Teori Ksatria (F.D.K.Bosch) yaitu raja – raja India datang menyerang dan mengalahkan suku – suku di Indonesia
c. Teori Waisya (N.J. Krom) yaitu pengaruh Hindu Buddha dibawa dan disebarkan oleh para pedagang India yang singgah di kota – kota Indonesia. Tidak hanya itu, para pedagang India juga berasimilasi dengan penduduk setempat.
d. Teori Sudra menyatakan bahwa agama Hindu masuk ke Indonesia dibawa oleh kasta sudra dengan tujuan mengubah kehidupan mereka sebab di India mereka adalah buruh dan budak.
e. Teori Campuran, teori ini beranggapan bahwa semua kasta bersama – sama menyebar agama dan kebudayaan sesuai dengan peran masing – masing.


21. Jelaskan tentang stratifkasi sosial pada masyarakat Hindu!

Jawaban:  
Stratifkasi sosial pada masyarakat Hindu terbagi menjadi beberapa kasta. Masyarakat Hindu terbagi menjadi empat kasta berdasarkan pembagian tugas atau pekerjaan. Keempat kasta itu adalah kasta Brahmana terdiri atas pemuka
agama Hindu; kasta Kesatria terdiri atas raja dan keluarga serta bangsawan istana; kasta Waisya terdiri atas pedagang, petani, dan peternak; kasta Sudra terdiri atas orang miskin dan buruh. Selain keempat kasta tersebut, terdapat juga kelompok masyarakat yang berada di luar kasta tersebut yang disebut kasta Paria yang terdiri atas para pengemis dan gelandangan.


22. Tuliskan sumber-sumber sejarah yang menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara!

Jawaban:  
Sumber sejarah yang menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara berasal dari berita Cina pada masa pemerintahan Dinasti Tang dan Sung. Sumber sejarah yang menjelaskan tentang keberadaan Kerajaan Tarumanegara juga berasal dari tujuh buah prasasti, yaitu Prasasti Ciaruteun, ditemukan di dekat muara Sungai Cisadane, Jawa Barat; Prasasti Kebun Kopi, ditemukan di Cibungbulang, Bogor; Prasasti Tugu, ditemukan di Cilincing, Jakarta Utara; Prasasti Jambu, ditemukan di Bukit Koleangkak, dekat Bogor; Prasasti Pasir Awi, ditemukan di Bogor; Prasasti Muara Cianten, ditemukan di Bogor; Prasasti Lebak, ditemukan di Lebak, Jawa Barat.


23. Deskripsikan perbedaan fungsi candi dalam agama Hindu dan agama Buddha!

Jawaban:  
Dalam agama Hindu, candi berfungsi sebagai makam untuk menyimpan abu jenazah para raja dan tokoh istana. Candi juga digunakan untuk menyimpan pripih atau benda-benda berharga sebagai bekal kubur, seperti kalung, emas, gelang, dan cincin. Abu jenazah dan pripih dikuburkan di dalam ruang utama candi (sumuran). Di atas sumuran, biasanya dibuat sebuah patung dewa yang merupakan perlambang raja yang telah meninggal. Dalam agama Buddha, candi berfungsi sebagai tempat upacara peribadatan. Di dalam candi Buddha tidak terdapat pripih dan arca berwujud dewa yang melambangkan seorang raja yang telah meninggal. Ciri khas bangunan candi Buddha adalah adanya stupa yang berisi patung Buddha.