Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

60 Soal Keperawatan Bencana Beserta Jawaban

Kumpulan Soal Pilihan Ganda Materi Keperawatan Bencana

1. Salah satu strategi mitigasi bencana adalah:
A. Mempercepat respon medis.
B. Meningkatkan kepanikan masyarakat.
C. Mengurangi keterlibatan komunitas.
D. Meminimalkan latihan dan pelatihan.

Jawaban: 
A. Mempercepat respon medis.


2. Bagaimana perawat dapat membantu dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat?
A. Dengan memberikan pelayanan medis penuh waktu.
B. Dengan memberikan informasi yang tidak akurat tentang kesehatan.
C. Dengan meningkatkan ketergantungan pada sumber daya medis.
D. Dengan melibatkan komunitas dalam upaya kesehatan.

Jawaban: 
D. Dengan melibatkan komunitas dalam upaya kesehatan.


3. Manakah dari berikut yang bukan merupakan tugas perawat selama fase pemulihan bencana?
A. Mengevaluasi dampak bencana pada kesehatan masyarakat.
B. Melakukan kampanye penyuluhan tentang persiapan bencana.
C. Memberikan dukungan psikososial kepada korban.
D. Membangun kembali infrastruktur yang rusak.

Jawaban: 
B. Melakukan kampanye penyuluhan tentang persiapan bencana.


4. Apa yang dimaksud dengan "pre-hospital care" dalam konteks bencana?
A. Pelayanan medis di rumah sakit.
B. Pelayanan medis di lokasi bencana sebelum evakuasi ke fasilitas medis.
C. Pelayanan medis di tempat kerja.
D. Pelayanan medis di pusat kesehatan masyarakat.

Jawaban: 
B. Pelayanan medis di lokasi bencana sebelum evakuasi ke fasilitas medis.


5. Bagaimana perawat dapat membantu dalam mempersiapkan fasilitas medis untuk bencana?
A. Dengan membatasi akses pasien ke fasilitas medis.
B. Dengan mempersiapkan peralatan dan persediaan medis yang cukup.
C. Dengan menutup fasilitas medis selama bencana.
D. Dengan mengalokasikan lebih sedikit sumber daya medis.

Jawaban: 
B. Dengan mempersiapkan peralatan dan persediaan medis yang cukup.


6. Apa yang harus dilakukan oleh perawat selama fase penanganan awal bencana?
A. Menyelamatkan korban dari reruntuhan.
B. Mengevaluasi keparahan luka korban.
C. Memperbaiki infrastruktur yang rusak.
D. Mengorganisir kampanye keselamatan.

Jawaban: 
B. Mengevaluasi keparahan luka korban.


7. Apa yang dimaksud dengan "cascading effect" dalam konteks bencana?
A. Efek domino dari satu bencana ke bencana lainnya.
B. Efek samping dari perawatan medis.
C. Efek jangka panjang dari bencana.
D. Efek samping dari perubahan iklim.

Jawaban: 
A. Efek domino dari satu bencana ke bencana lainnya.


8. Manakah dari berikut yang bukan merupakan tugas perawat selama evakuasi?
A. Mengevaluasi kebutuhan medis korban.
B. Mengarahkan evakuasi sesuai dengan prioritas.
C. Memberikan bantuan medis segera.
D. Memutuskan siapa yang harus dievakuasi.

Jawaban: 
D. Memutuskan siapa yang harus dievakuasi.


9. Apa yang dimaksud dengan "search and rescue" dalam konteks bencana?
A. Pencarian korban yang terperangkap atau terkubur.
B. Pencarian informasi tentang bencana.
C. Pencarian sumber daya medis.
D. Pencarian tempat perlindungan.

Jawaban: 
A. Pencarian korban yang terperangkap atau terkubur.


10. Bagaimana perawat dapat membantu dalam melindungi warga dari dampak bencana?
A. Menyediakan perlengkapan medis darurat.
B. Memberikan edukasi tentang tindakan pencegahan.
C. Mengevakuasi warga dari lokasi bencana.
D. Menyembunyikan informasi tentang bahaya bencana.

Jawaban: 
B. Memberikan edukasi tentang tindakan pencegahan.


11. Apa yang harus dilakukan oleh perawat untuk menjaga keselamatan pribadi selama tanggapan bencana?
A. Melakukan tindakan yang berisiko tanpa perlindungan.
B. Memperhatikan protokol keselamatan dan menggunakan peralatan pelindung yang sesuai.
C. Menjauhkan diri dari lokasi bencana.
D. Menolak membantu dalam tanggapan bencana.

Jawaban: 
B. Memperhatikan protokol keselamatan dan menggunakan peralatan pelindung yang sesuai.


12. Apa yang dimaksud dengan "rescue breaths" dalam konteks bencana?
A. Metode untuk membantu korban pernapasan.
B. Tindakan untuk mengangkat korban dari reruntuhan.
C. Proses pencarian dan penyelamatan korban.
D. Tindakan untuk memberikan bantuan medis segera.

Jawaban: 
A. Metode untuk membantu korban pernapasan.


13. Salah satu prinsip dasar keperawatan bencana adalah:
A. Isolasi terhadap korban.
B. Meningkatkan kepanikan di antara korban.
C. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.
D. Menyembunyikan informasi tentang bencana.

Jawaban: 
C. Kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.


14. Apa yang dimaksud dengan keperawatan bencana?
A. Perawatan medis khusus untuk pasien bencana.
B. Upaya perawatan yang diberikan kepada individu yang terkena dampak bencana.
C. Pelayanan kesehatan dalam situasi darurat.
D. Perawatan yang diberikan oleh relawan di tempat bencana.

Jawaban: 
B. Upaya perawatan yang diberikan kepada individu yang terkena dampak bencana.


15. Tujuan utama dari keperawatan bencana adalah:
A. Pencegahan penyakit di tempat bencana.
B. Membantu pasien kembali ke rumah mereka.
C. Mengurangi dampak negatif bencana pada kesehatan.
D. Membangun kembali infrastruktur kesehatan.

Jawaban: 
C. Mengurangi dampak negatif bencana pada kesehatan.


16. Apa yang menjadi fokus utama keperawatan bencana?
A. Penyediaan peralatan medis modern.
B. Pencegahan penyakit menular.
C. Perawatan luka dan trauma.
D. Penyelamatan korban.

Jawaban: 
C. Perawatan luka dan trauma.


17. Bagaimana peran keperawatan bencana dalam mitigasi bencana?
A. Mengkoordinasikan upaya penyelamatan.
B. Memberikan pelayanan medis segera.
C. Melakukan kampanye tentang keselamatan.
D. Menyediakan pelayanan konseling.

Jawaban: 
C. Melakukan kampanye tentang keselamatan.


18. Manakah dari berikut yang bukan merupakan tahap dalam siklus bencana?
A. Pemulihan
B. Penanganan awal
C. Pencegahan
D. Persiapan

Jawaban: 
C. Pencegahan


19. Apa yang dimaksud dengan triase dalam konteks keperawatan bencana?
A. Proses penentuan prioritas perawatan berdasarkan keparahan luka.
B. Evakuasi pasien dari lokasi bencana.
C. Pencarian korban yang tertimbun.
D. Penyediaan perlindungan untuk tenaga medis.

Jawaban: 
A. Proses penentuan prioritas perawatan berdasarkan keparahan luka.


20. Pada fase apa dari siklus bencana, tim medis biasanya melakukan evakuasi dan stabilisasi korban?
A. Pemulihan
B. Persiapan
C. Penanganan awal
D. Pencegahan

Jawaban: 
C. Penanganan awal


21. Apa yang dilakukan oleh perawat dalam fase pemulihan bencana?
A. Memberikan vaksinasi kepada korban.
B. Membangun kembali rumah yang rusak.
C. Memberikan dukungan psikososial kepada korban.
D. Melakukan surveilans penyakit.

Jawaban: 
C. Memberikan dukungan psikososial kepada korban.


22. Salah satu langkah penting dalam persiapan untuk bencana adalah:
A. Mengumpulkan donasi untuk korban.
B. Melatih tenaga medis tentang penanganan darurat.
C. Memindahkan semua pasien ke rumah sakit terdekat.
D. Menyediakan pakaian dan makanan bagi korban.

Jawaban: 
B. Melatih tenaga medis tentang penanganan darurat.


23. Apa yang dimaksud dengan "incident command system" (ICS) dalam konteks bencana?
A. Sistem peringatan dini untuk bencana.
B. Sistem manajemen yang digunakan untuk mengkoordinasikan tanggapan terhadap bencana.
C. Sistem transportasi untuk evakuasi.
D. Sistem komunikasi darurat.

Jawaban: 
B. Sistem manajemen yang digunakan untuk mengkoordinasikan tanggapan terhadap bencana.


24. Apa yang harus dilakukan oleh perawat saat merespon bencana untuk menghindari kelelahan?
A. Memperbanyak minum kopi atau minuman berenergi.
B. Mencari bantuan dari lembaga internasional.
C. Beristirahat secara teratur dan memperhatikan kebutuhan pribadi.
D. Melakukan tugas yang lebih banyak untuk menyelesaikan tanggapan lebih cepat.

Jawaban: 
C. Beristirahat secara teratur dan memperhatikan kebutuhan pribadi.


25. Manakah dari berikut yang bukan merupakan faktor risiko yang dapat mempengaruhi respons bencana?
A. Tingkat pendidikan masyarakat
B. Aksesibilitas fasilitas medis
C. Kecepatan respons tim medis
D. Ketersediaan sumber daya medis

Jawaban: 
C. Kecepatan respons tim medis


26. Apa yang dimaksud dengan "vulnerability assessment" dalam konteks bencana?
A. Evaluasi terhadap risiko bencana di suatu daerah.
B. Evaluasi terhadap ketersediaan sumber daya medis.
C. Evaluasi terhadap kelemahan komunitas dalam menghadapi bencana.
D. Evaluasi terhadap kebutuhan medis korban bencana.

Jawaban: 
C. Evaluasi terhadap kelemahan komunitas dalam menghadapi bencana.


27. Fase apa dari siklus bencana yang fokus pada pencegahan dan mitigasi?
A. Pemulihan
B. Persiapan
C. Penanganan awal
D. Pencegahan

Jawaban: 
D. Pencegahan


28. Bagaimana perawat dapat membantu dalam persiapan bencana di masyarakat?
A. Memberikan bantuan medis secara langsung.
B. Mengorganisir latihan evakuasi.
C. Membatasi akses informasi tentang bencana.
D. Menyembunyikan informasi yang menakutkan dari masyarakat.

Jawaban: 
B. Mengorganisir latihan evakuasi.


29. Manakah dari berikut yang bukan merupakan prinsip dasar dari keperawatan bencana?
A. Keterbukaan
B. Penyaringan
C. Kolaborasi
D. Kemandirian

Jawaban: 
B. Penyaringan


30. Peran utama perawat selama fase penanganan awal bencana adalah:
A. Menyelamatkan korban dari reruntuhan.
B. Menyediakan pelayanan medis segera.
C. Mengatur penyelamatan udara.
D. Melakukan kampanye keselamatan.

Jawaban: 
B. Menyediakan pelayanan medis segera.


31. Manakah dari berikut yang bukan merupakan peran perawat selama fase pemulihan bencana?
A. Memberikan dukungan psikososial kepada korban.
B. Memperbaiki infrastruktur yang rusak.
C. Mengawasi dampak bencana pada kesehatan masyarakat.
D. Membangun kembali jaringan dukungan komunitas.

Jawaban: 
B. Memperbaiki infrastruktur yang rusak.


32. Bagaimana perawat dapat membantu dalam menangani kebutuhan nutrisi selama bencana?
A. Mengumpulkan donasi makanan dari masyarakat.
B. Memberikan suplemen nutrisi kepada korban.
C. Menyediakan edukasi tentang pilihan makanan sehat.
D. Mengorganisir kampanye penggalangan dana.

Jawaban: 
C. Menyediakan edukasi tentang pilihan makanan sehat.


33. Salah satu langkah penting dalam perencanaan bencana adalah:
A. Membatasi akses masyarakat ke informasi.
B. Menjaga kerahasiaan rencana darurat.
C. Melibatkan komunitas dalam proses perencanaan.
D. Mengambil tindakan tanpa memberi tahu masyarakat.

Jawaban: 
C. Melibatkan komunitas dalam proses perencanaan.


34. Apa yang dimaksud dengan "early warning system" dalam konteks bencana?
A. Sistem untuk memberikan peringatan dini tentang bencana yang akan terjadi.
B. Sistem untuk memberikan bantuan medis segera.
C. Sistem untuk melakukan evakuasi cepat.
D. Sistem untuk menyediakan perlindungan bagi korban.

Jawaban: 
A. Sistem untuk memberikan peringatan dini tentang bencana yang akan terjadi.


35. Bagaimana perawat dapat membantu dalam membangun kapasitas komunitas untuk menghadapi bencana?
A. Melakukan simulasi bencana secara teratur.
B. Mengurangi interaksi dengan masyarakat selama bencana.
C. Membatasi akses informasi tentang bencana.
D. Meningkatkan kepanikan di antara warga.

Jawaban: 
A. Melakukan simulasi bencana secara teratur.


36. Bagaimana peran perawat dalam merespons bencana alam seperti gempa bumi?
A. Menjadi relawan dalam upaya penyelamatan.
B. Memberikan pelayanan medis di posko bantuan.
C. Mengumpulkan donasi untuk korban.
D. Memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Jawaban: 
B. Memberikan pelayanan medis di posko bantuan.


37. Apa yang dimaksud dengan "psychological first aid" (PFA)?
A. Pertolongan pertama untuk cedera fisik.
B. Penyuluhan tentang pencegahan penyakit.
C. Bantuan pertama untuk korban trauma emosional.
D. Pelatihan pertolongan darurat.

Jawaban: 
C. Bantuan pertama untuk korban trauma emosional.


38. Manakah dari berikut yang bukan merupakan faktor risiko yang dapat meningkatkan dampak bencana pada kesehatan mental?
A. Kurangnya dukungan sosial
B. Kehilangan harta benda
C. Kepemimpinan yang kuat
D. Peningkatan tingkat stres

Jawaban: 
C. Kepemimpinan yang kuat


39. Apa yang dimaksud dengan "disaster preparedness" dalam konteks keperawatan bencana?
A. Kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
B. Ketersediaan peralatan medis modern.
C. Pencarian dan penyelamatan korban.
D. Pelatihan tim medis tentang tindakan darurat.

Jawaban: 
A. Kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.


40. Fase apa yang bertujuan untuk mengembalikan keadaan normal setelah bencana?
A. Persiapan
B. Penanganan awal
C. Pemulihan
D. Pencegahan

Jawaban: 
C. Pemulihan


41. Apa yang harus dilakukan oleh perawat selama fase pemulihan bencana?
A. Mengevaluasi kerusakan fisik pada korban.
B. Memberikan bantuan medis darurat.
C. Mengawasi pengelolaan bantuan internasional.
D. Memberikan dukungan psikososial kepada korban.

Jawaban: 
D. Memberikan dukungan psikososial kepada korban.


42. Peran utama perawat dalam mitigasi bencana adalah:
A. Menyediakan perlengkapan medis.
B. Membangun kembali infrastruktur yang rusak.
C. Melakukan kampanye penyuluhan tentang bencana.
D. Menyelamatkan korban dari bahaya.

Jawaban: 
C. Melakukan kampanye penyuluhan tentang bencana.


43. Apa yang dimaksud dengan "community resilience" dalam konteks bencana?
A. Kemampuan masyarakat untuk pulih dari bencana.
B. Sistem peringatan dini yang efektif.
C. Evakuasi cepat dari area bencana.
D. Keberlanjutan pasokan makanan.

Jawaban: 
A. Kemampuan masyarakat untuk pulih dari bencana.


44. Bagaimana peran perawat dalam mendukung "community resilience"?
A. Memberikan pelayanan medis di lokasi bencana.
B. Melakukan kampanye penyuluhan tentang persiapan bencana.
C. Membangun infrastruktur kesehatan yang tangguh.
D. Mengurus evakuasi korban.

Jawaban: 
B. Melakukan kampanye penyuluhan tentang persiapan bencana.


45. Apa yang dimaksud dengan "mass casualty incident" (MCI)?
A. Insiden kecelakaan tunggal dengan banyak korban.
B. Bencana yang melibatkan kerusakan masif.
C. Penyakit menular yang menyebar secara luas.
D. Situasi di mana ada lebih banyak korban daripada sumber daya medis yang tersedia.

Jawaban: 
D. Situasi di mana ada lebih banyak korban daripada sumber daya medis yang tersedia.


46. Bagaimana peran perawat dalam menangani MCI?
A. Mengatur sistem peringatan dini.
B. Mengevaluasi keparahan luka korban.
C. Mengarahkan evakuasi korban.
D. Memberikan pelatihan tentang penanganan darurat.

Jawaban: 
B. Mengevaluasi keparahan luka korban.


47. Salah satu aspek penting dari persiapan bencana adalah:
A. Memperoleh peralatan medis modern.
B. Membangun rumah sakit baru.
C. Mengidentifikasi risiko potensial.
D. Mempersiapkan rencana evakuasi.

Jawaban: 
C. Mengidentifikasi risiko potensial.


48. Apa yang dimaksud dengan "medical surge" dalam konteks bencana?
A. Lonjakan kasus penyakit menular.
B. Peningkatan kapasitas pelayanan medis.
C. Penyediaan pasokan medis yang cukup.
D. Peningkatan jumlah tenaga medis.

Jawaban: 
B. Peningkatan kapasitas pelayanan medis.


49. Manakah dari berikut yang bukan merupakan strategi mitigasi bencana?
A. Evakuasi cepat
B. Pencegahan primer
C. Persiapan darurat
D. Peningkatan risiko

Jawaban: 
D. Peningkatan risiko


50. Apa yang dimaksud dengan "shelter in place" dalam konteks bencana?
A. Evakuasi ke tempat yang lebih aman.
B. Tetap berada di lokasi saat bencana terjadi.
C. Pencarian tempat perlindungan setelah bencana.
D. Memindahkan korban ke fasilitas perawatan.

Jawaban: 
B. Tetap berada di lokasi saat bencana terjadi.


51. Bagaimana perawat dapat membantu dalam merencanakan evakuasi?
A. Melakukan survei wilayah yang rentan terhadap bencana.
B. Menyediakan transportasi untuk warga yang membutuhkan.
C. Membangun posko evakuasi.
D. Menyediakan pakaian pelindung untuk korban.

Jawaban: 
A. Melakukan survei wilayah yang rentan terhadap bencana.


52. Apa yang dimaksud dengan "resilient infrastructure" dalam konteks bencana?
A. Infrastruktur yang tahan terhadap kerusakan.
B. Sistem transportasi yang cepat.
C. Pusat evakuasi yang besar.
D. Rumah sakit darurat.

Jawaban: 
A. Infrastruktur yang tahan terhadap kerusakan.


53. Peran perawat dalam evaluasi dampak bencana meliputi:
A. Menganalisis faktor risiko penyakit.
B. Memberikan vaksinasi kepada korban.
C. Mengatur transportasi untuk evakuasi.
D. Memperbaiki infrastruktur yang rusak.

Jawaban: 
A. Menganalisis faktor risiko penyakit.


54. Salah satu aspek penting dalam manajemen bencana adalah:
A. Menutup akses ke wilayah yang terdampak.
B. Menyediakan informasi yang tepat waktu kepada masyarakat.
C. Membatasi akses ke sumber daya medis.
D. Menghindari intervensi dari lembaga internasional.

Jawaban: 
B. Menyediakan informasi yang tepat waktu kepada masyarakat.


55. Apa yang dimaksud dengan "incident action plan" (IAP) dalam konteks bencana?
A. Rencana untuk merespon kejadian khusus selama bencana.
B. Rencana umum untuk mitigasi bencana.
C. Rencana untuk rehabilitasi pasca-bencana.
D. Rencana untuk mengelola sumber daya medis.

Jawaban: 
A. Rencana untuk merespon kejadian khusus selama bencana.


56. Manakah dari berikut yang bukan merupakan tahap dalam penanganan awal bencana?
A. Evaluasi korban
B. Pemulihan
C. Evakuasi
D. Triase

Jawaban: 
B. Pemulihan


57. Bagaimana perawat dapat membantu dalam manajemen stres selama bencana?
A. Memberikan obat penenang kepada korban.
B. Memberikan dukungan emosional dan informasi yang tepat.
C. Melakukan isolasi terhadap korban.
D. Mengalihkan perhatian dari situasi bencana.

Jawaban: 
B. Memberikan dukungan emosional dan informasi yang tepat.


58. Apa yang dimaksud dengan "disaster risk reduction" (DRR)?
A. Pengurangan risiko bencana melalui tindakan preventif.
B. Penyediaan bantuan medis darurat.
C. Pencegahan penyebaran penyakit.
D. Evakuasi cepat dari lokasi bencana.

Jawaban: 
A. Pengurangan risiko bencana melalui tindakan preventif.


59. Fase apa dari siklus bencana yang fokus pada pemulihan infrastruktur dan komunitas?
A. Pemulihan
B. Persiapan
C. Penanganan awal
D. Pencegahan

Jawaban: 
A. Pemulihan


60. Apa yang dimaksud dengan "hazard mapping" dalam konteks bencana?
A. Pemetaan wilayah yang rentan terhadap bencana.
B. Pemetaan jaringan transportasi untuk evakuasi.
C. Pemetaan rumah sakit dan posko bantuan.
D. Pemetaan sumber daya medis yang tersedia.

Jawaban: 
A. Pemetaan wilayah yang rentan terhadap bencana.