Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Latihan Soal (Esai) Berpikir Sejarah Lengkap Jawaban

Soal (Uraian/Essay) Bab Berpikir Sejarah
  1. Jelaskan hubungan antara sejarah, pohon, dan silsilah dalam kaitannya dengan definisi sejarah secara etimologis.
  2. Mengapa tidak semua peristiwa masa lalu dapat disebut sebagai peristiwa sejarah?
  3. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut.
    a) Herodotus: Sejarah bercerita tentang penyebab manusia melakukan berbagai tindakan.
    b) Ibnu Khaldun: Sejarah bercerita tentang perubahan-perubahan dalam masyarakat atau peradaban manusia.
    c) Moh. Ali dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia: Sejarah adalah cerita atau ilmu tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia bersifat abadi, penting, dan unik.
    d) Kuntowijoyo dalam bukunya Pengantar Ilmu Sejarah: Sejarah adalah rekonstruksi masa lalu dari yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh manusia
    Buatlah simpulan berkaitan dengan pengertian sejarah dari keempat tokoh tersebut.
  4. Apa yang dimaksud dengan sejarah objektif dan sejarah subjektif?
  5. Bagaimanakah hubungan sejarah dengan konsep ruang dan waktu?
  6. Jelaskan tujuan berpikir sinkronik dan diakronik dalam mempelajari sejarah.
  7. Apa yang dimaksud peran sejarah dalam memperkokoh identitas bangsa? Jelaskan disertai contoh.
  8. Jelaskan peran manusia sebagai penggerak dalam sejarah.
  9. Jelaskan konsep perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah
  10. Jelaskan lima manfaat belajar sejarah.
  11. Tuliskan beberapa pendapat mengenai periodisasi!
  12. Mengapa pada umumnya sejarawan memakai konsep three age system? Jelaskan alasanya!
  13. Jelaskan arti dari sejarah itu sinkronik!
  14. Mengapa diperlukan berpikir kronologi dalam sejarah?
  15. Apa itu konsep kausalitas?
Jawaban:
  1. Secara etimologis, kata sejarah berasal dari bahasa Arab Syajaratun yang artinya ‘pohon’. Sebagai simbol kehidupan, pohon, dari akar hingga daunnya saling berkaitan. Seperti pohon, sejarah pada setiap peristiwanya berkaitan dan saling memengaruhi masa yang akan datang. 
  2. Definisi ini juga merujuk pada silsilah, terutama silsilah raja atau dinasi pada masa lalu.
    Karena hanya peristiwa yang bersifat penting, abadi, dan unik yang dapat disebut sebagai peristiwa sejarah melalui rekontruksi sejarah untuk membuktikan bahwa peristiwa itu benar-benar terjadi dari data-data yang telah teruji.
  3. Pengertian sejarah dari keempat tokoh itu adalah Sejarah adalah ilmu atau cerita tentang perubahan-perubahan yang terjadi, penyebab manusia melakukan berbagai tindakan, peradaban manusia itu sendiri dari masa lalu yang dipikirkan, dikatakan, dikerjakan, dirasakan, dan dialami oleh manusia lalu direkonstruksi sehingga setiap peristiwa yang bersifat abadi, penting dan unik dapat didokumentasikan dan disebarkan sebagai fakta akan peradaban manusia di masa lalu.
  4. Sejarah objektif adalah hal yang dipikirkan, dikatakan, dirasakan, dan dialami oleh manusia dalam ruang dan waktu. Sedangkan Sejarah subjektif adalah orang yang meneliti sejarah.
  5. Hubungannya adalah bahwa manusia, uang, dan waktu tidak dapat dipisahkan karena setiap peristiwa sejarah yang dialami manusia pada masa lampau berlangsung dalam ruang dan waktu tertentu.
  6. Tujuan berpikir diakronik adalah untuk melihat perubahan yang terjadi dalam proses perkembangan peristiwa sejarah tersebut. Sedangkan tujuan berpikir sinkronik adalah melihat perubahan segala sesuatu yang bersangkutan dengan peristiwa yang terjadi pada suatu masa.
  7. Sejarah berperan penting membentuk identitas dan kepribadian bangsa. Suatu masyarakat atau bangsa tak mungkin akan mengenal identitas dan perkembangan mereka hingga sekarang ini tanpa mengenal sejarah. Sejarah dan identitas bangsa memiliki hubungan timbal-balik. Akar sejarah yang dalam dan panjang akan memperkokoh keberadaan, identitas, serta kerpibadian suatu bangsa. Dengan demikian, suatu bangsaa akan bangga dan mencintai sejarahnya.
  8. Peran manusia menjadi penggerak dalam sejarah atau peristiwa hidupnya dalam rangka mewujudkan perubahan dan kemajuan yang dicita-citakannya. Perannya dalam peristiwa sejarah layaknya pemeran utama dalam drama. Pemeran utama dalam drama menjadikan manusia sebagai pencipta, pelaku, penutur, dan sekaligus sebagai sumber sejarah
  9. Konsep perubahan dan keberlanjutan dalam sejarah dapat kita ketahui dengan cara membandingkan dua atau lebih peristiwa atau keadaan pada masa lalu karena setiap peristiwa tidak berdiri sendiri dan tidak terpisahkan dari peristiwa lain. Rangkaian peristiwa yang ada merupakan peristiwa yang berkelanjutan dan menimbulkan suatu perubahan.
  10. Lima manfaat belajar sejarah:
    1) Sebagai panduan moral dan politik (Segala peristiwa baik-buruk yang terjadi dapat dijadikan panduan dalam menghadapi permasalahan yang terjadi pada masa kini dengan jalan keluar atau hikmah yang bisa kita ambil)
    2) Sarana mengenal lebih dekat bangsa sendiri dan bangsa-bangsa lain (Mengetahui segala peristiwa masa lalu mulai dari peradaban hingga kebudayaan dan peninggalan yang menambah wawasan kita).
    3) Memperkokoh identitas bangsa (Membuat kita bangga akan sejarah bangsa kita sendiri).
    4) Latihan berpikir menyeluruh (Holistik) dan Multiperspektif (Melatih untuk berpikir segala arah dalam memandang suatu peristiwa).
    5) Melatih berpikir diakronik dan sinkronik (Melatih untuk berpikir memanjang dalam waktu dan melebar dalam ruang)
  11. Periodisasi
    a. Menurut pendapat monistis, tidak mengenal periodisasi, karena setiap pembabakan sejarah atas zaman akan mengurangi kontinuitas.
    b. Menurut pendapat atomistis, menentang periodisasi. Hal ini dikarenakan periodisasi hanya khayalan saja, sebab yang bersifat nyata hanyalah pengalaman langsung dari masing-masing individu.
    c. Pendapat jalan tengah antara monistis dan atomistis. Dalam pendapat ini kenyataan merupakan heterogenitas kontinu yang dapat diartikan walaupun terdapat perbedaan pendapat, tetapi selalu berkelanjutan (kontinu).
    d. Menurut Sartono Kartodirjo, bahwa periodisasi diperlukan untuk menetapkan karakteristik zaman dan membantu menyusun sistematika dalam penulisan sejarah.
  12. Konsep three age system
    a. Jumlah tiga mudah diingat
    b. Antara periode pertama dan ketiga sangat berbeda, dan
    c. Periode kedua umumnya periode peralihan
  13. Sejarah itu sinkronik artinya sebuah metode yang lebih menekankan struktur ketimbang proses di dalam penelitiannya.
  14. Agar penulisan sejarah yang dilakukan bersifat runut, selain itu sejarah yang diakronik atau memanjang dalam waktu.
  15. Kausalitas adalah hukum sebab akibat mengenai suatu peristiwa.