16 Soal (Essay) Berwudhu Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Uraian) Materi Berwudhu

1. Bagaimana tata cara wudhu?

Jawaban:
Di bawah ini adalah cara berwudhu yang benar:.
1. Membaca basmallah dengan lisan
2. Membasuh telapak tangan 3 kali hingga ke sela-sela jari
3. Berkumur 3 kali, bersihkan bekas makanan yang menyangkut di sela-sela gigi
4. Membersihkan lubang hidung 3 kali (menghirup air kemudian mengeluarkannya dengan memencet hidung)
5. Membasuh wajah 3 kali secara menyeluruh dari ujung kepala mengenai rambut hingga ke bawah dagu. Di tahap ini, sambil membaca niat “Nawaitul wudhuu-a liraf'll hadatsil ashghari fardhal lilaahi ta'aalaa”
6. Mencuci kedua tangan hingga siku sebanyak 3 kali
7. Mengusap kepala 3 kali
8. Mengusap kedua telinga sebanyak 3 kali
9. Membasuh kaki sampai di atas mata kaki 3 kali, menggosok sela-sela jari kaki dengan jari tangan
10. Membaca doa setelah wudhu


2. Apa manfaat dari wudhu?

Jawaban:
Dikutip dalam buku "Dahsyatnya Terapi Wudhu" oleh Muhammad Syafie el-Bantanie, berwudhu yang dilakukan secara teratur bisa membantu lancarkan peredaran darah. Saat kulit bersentuhan dengan air, maka akan terjadi normalisasi suhu tubuh karena bertemunya suhu panas dalam tubuh dengan suhu dingin air.


3. Niat wudhu ada berapa?

Jawaban:
Menurut Madzhab Syafi'i hukum niat ada dua, yakni wajib dan sunnah. Niat yang hukumnya wajib dilafadzkan bersamaan saat membasuh wajah. Sementara itu, niat yang hukumnya sunnah adalah yang dilafadzkan sebelum wudhu dimulai.


4. Rukun wudhu itu apa saja?

Jawaban:
Rukun rukun wudhu ada 6 :
1. Niat. نَوَيْتُ الْوُضُوْءَلِرَفْعِ الْحَدَثِ الْاَصْغَرِفَرْضًالِلّٰهِ تَعَالٰى
2. Membasuh Muka
3. Membasuh Kedua tangan
4. Membasuh sebagian kepala
5. Membasuh kedua kaki
6. Tertib.


5. Apa maknanya berwudhu?

Jawaban:
Wudhu berasal dari al wadhah artinya indah dan elok. Dinamakan wudhu karena membersihkan dan memperindah orang sehingga dianggap bagian dari thaharah, di mana kebersihan pangkal kesehatan.


6. Apa hukumnya menjaga wudhu?

Jawaban:
Di antara banyaknya sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW, yang harus mendapatkan perhatian adalah adanya keutamaan menjaga wudhu. Sebab dalam sehari, umat muslim setidaknya harus melakukan wudhu sebanyak 5 kali saat akan menunaikan salat fardhu.


7. Apakah sah wudhu tanpa niat?

Jawaban:
Dalam pelaksanaannya wajib disertakan baca'an niat, karena niat termasuk rukun wudhu, jadi apabila tidak dibaca atau diikutsertakan saat berwudhu maka bersucinya tidak sah.


8. Kapan kamu harus berwudhu?

Jawaban:
Sebelum melaksanakan salat, tiap muslim wajib melakukan wudu. Caranya adalah dengan membersihkan bagian tubuh tertentu menggunakan air. Wudu mejadi syarat wajib sebelum melaksanakan salat wajib maupun salat sunah.


9. Bolehkah wudhu hanya satu kali?

Jawaban:
"Sah juga meskipun satu kali basuhan, asal sudah merata mengenai area-area yang wajib terkena air wudhu," paparnya. Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, "Nabi Muhammad SAW berwudhu sekali, sekali (basuhannya)


10. Apa yang menyebabkan wudhu tidak sah?

Jawaban:
Dalam Kitab Taqrib karya Imam Abu Syuja', disebutkan bahwa yang termasuk membatalkan wudu adalah apa pun yang keluar dari dua kemaluan (qubul dan dubur). Hal tersebut bisa apa saja, termasuk benda cair seperti air kencing, air mani, wadi, madzi, darah, nanah, atau cairan apa pun.


11. Apakah menggosok gigi bisa membatalkan wudhu?

Jawaban:
Umat Islam disunahkan untuk bersiwak atau menyikat giginya ketika berwudhu. Hal ini sudah diriwayatkan dalam Hadis Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda bahwa “Seandainya tidak memberatkan umatku, maka sungguh akan aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali wudhu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).


12. Batalkah wudhu jika menyentuh?

Jawaban:
Para ulama fiqih dari madzhab Syafi'i memandang bahwa bersentuhan kulit secara langsung antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya dapat membatalkan wudhu jika sentuhan itu tidak dihalangi oleh apapun seperti kain, kertas, atau lainnya.


13. Apa hukumnya wudhu tidak berkumur?

Jawaban:
Hukum berkumur saat wudhu adalah sunnah atau dianjurkan dan ada pahalanya


14. Bibir berdarah apakah membatalkan wudhu?

Jawaban:
Pendarahan dari luka atau luka tidak membatalkan wudhu seseorang. Hal ini didukung oleh bukti yang kuat dalam sumber-sumber utama Islam dan didukung oleh para salaf (para pendahulu yang saleh).


15. Siapa saja orang yang tidak membatalkan wudhu?

Jawaban:
a. Faktor keturunan (Nasab)
1. Ibu dan nenek, baik dari pihak bapak atau pun ibu dan seterusnya sampai ke atas.
2. Anak, cucu perempuan dan seterusnya ke bawah.
3. Saudara perempuan seibu sebapak, seibu saja atau sebapak saja.
4. Saudara perempuan dari bapak.
5. Saudara perempuan dari ibu.
6. Anak perempuan dari saudara laki-laki dan seterusnya.
7. Anak perempuan dari saudara perempuan dan seterusnya.
b. Faktor persusuan (Rodlo)
1. Ibu yang menyusui.
2. Saudara perempuan sepersusuan.
c. Faktor perkawinan (Mushorohah)
1. Ibunya istri atau mertua perempuan.
2. Anak tiri.
3. Istrinya anak (menantu perempuan).
4. Istrinya bapak (ibu tiri).


16. Apakah merokok itu membatalkan wudhu?

Jawaban:
“Merokok, tidak membatalkan wudhu. Tidak diketahui adanya perselisihan dalam hal ini.” Fatwa tersebut menjelaskan bahwa ulama sepakat untuk menetapkan merokok setelah wudu hukumnya adalah boleh atau mubah.