6 Soal (Essay) Prasangka Baik (Husnuzhan) Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Uraian) Materi Prasangka Baik (Husnuzhan)

1. Prasangka baik atau husnudzon dikelompokkan menjadi 3 apa saja?

Jawaban:
Adapun, sikap husnuzan secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga macam, yakni husnuzan kepada Allah, kepada diri sendiri, dan kepada sessama manusia


2. Apa saja prasangka baikkepada Allah SWT ?

Jawaban:
Berikut ini adalah 3 contoh prasangka baik kepada Allah SWT:
1. Menerima semua ketentuan Allah SWT yang terasa buruk sekalipun sebab meyakini ada hikmah di baliknya
2. Terus berikhtiar dengan keyakinan penuh bahwa tak ada yang sia-sia di mata Allah SWT selama kita berusaha, semua pasti akan berbalas
3. Memandang penyakit sebagai penggugur dosa dan kesalahan juga termasuk perilaku husnudzan kepada Allah SWT


3. Apa hikmah dari prasangka baik husnuzhan adalah?

Jawaban:
Menurut Rohman, terdapat beberapa manfaat dan hikmah dari perilaku husnuzan yaitu: Menyadarkan manusia bahwa segala sesuatu yang ada di muka bumi berjalan sebagaimana aturan dan ketetapan Allah. Mendorong manusia untuk beramal dengan sungguh-sungguh demi memperoleh kehidupan yang baik di dunia maupun akhirat.


4. Apa yang dimaksud dengan prasangka baik dan berikan contohnya?

Jawaban: 
PRASANGKA BAIK, disebut juga dengan Husnudzan, yakni sikap mental seseorang yang senantiasa melihat segala sesuatu dengan pandangan yang baik dan positif. Contoh husnudzan ini adalah prasangka baik pada diri sendiri dengan meyakini akan sukses dan berhasil ketika berusaha dengan sungguh-sungguh.


5. Bagaimana cara kita berprasangka baik kepada diri sendiri?

Jawaban: 
Berprasangka baik terhadap diri sendiri juga harus diterapkan. Misalnya dengan cara percaya pada kemampuan diri, gigih, pantang menyerah, sabar, serta mempunyai inisiatif yang tinggi. Dengan sikap-sikap ini, seorang muslim akan menjadi pribadi yang positif.


6. Mengapa kita harus berprasangka baik terhadap diri sendiri?

Jawaban: 
Seseorang yang husnudzan kepada diri sendiri akan memiliki sifat percaya diri, optimis, dan bekerja keras. Sebaliknya, seseorang yang berburuk sangka (suudzan) kepada dirinya sendiri akan memiliki sifat tidak percaya diri, pesimis, dan malas berusaha.