Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

6 Soal (Essay) Ekologi Manusia Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Uraian/Esai) Materi Ekologi Manusia


1. Jelaskan Ilmu pengetahuan tentang kehidupan berkembang secara ilmiah!

2. Jelaskan perbedaan antara hubungan ekologi manusia dengan ilmu lingkungan!

3. Tuliskan tujuan ekologi manusia dipelajari!

4. Jelaskan yang dimaksud dengan ekologi?

5. Uraikan sejarah ekologi!

6. Jelaskan Ilmu pengetahuan tentang kehidupan berkembang secara merologi!

Jawaban:


1.
Ekologi sebagai cabang ilmu pengetahuan berciri metodenya yang ilmiah dan digambarkan secara ringkas dengan paradigma ilmiah. Metode ilmiah itu dimulai dengan penetapan masalah, asumsi ilmiah (dapat berupa hipotesis), pengujian asumsi atau hipotesis, serta tindak lanjut. Paradigma ilmiah dari ekologi dicirikan dengan hubungan timbalbalik makhluk hidup dengan komponen lain dalam kehidupan yang dapat berupa perolehan maupun kerugian yang selalu menimbulkan dampak atau perubahan dalam sistem di mana hubunganitu berlangsung.

2
. Dalam ekologi manusia hubungan timbal-balik itu terjadi antara manusia dengan seluruh komponen lingkungan di mana manusia berada atau berkepentingan. Sedangkan dalam ilmu lingkungan hubungan timbal-balik itu harus dinilai benar kalau menimbulkan manfaat bagi dirinya serta bagi manusia dan makhluk hidup lain, tetapi menjadi salah kalau justru merugikan dirinya sendiri maupun manusia dan makhluk hidup lain.

3. Ekologi Manusia dipelajari untuk mengenal tempat, makna, dan peranan keberadaan kita sebagai manusia dalam “rumah tangga” kehidupan di Bumi yang merupakan bagian sangat kecil dalam keluasan Jagat Raya dan dalam Kebesaran Maha Penciptanya.

4. Ekologi adalah ilmu yang membahas rumah tangga (makhluk hidup). Dengan kata lain, ekologi mempelajari lingkungan rumah tangga dari seluruh makhluk hidup di dalam rumah tangganya, serta seluruh proses yang berfungsi untuk memungkinkan rumah itu dihuni para penghuninya

5. Dalam sejarah ilmu pengetahuan dan tentang kehidupan, sebenarnya sejak dahulu kala, pemikir ulung, seperti Hipocrates, Aristoteles, dan pakar filosofi dari Yunani yang lain sudah mewarnai ajarannya dengan berbagai konsep ekologi. Makna tentang kehidupan peluang adanya keserasian, godaan kehidupan yang menimbulkan bencana yang mengancam kelangsungan peradaban, semuanya merupakan konsep, prinsip maupun hukum dasar yang mewarnai ekologi. Pada awal tahun 1700, seorang ahli mikrobiologi Antonie van Leeuwenhoek dalam pengamatannya terhadap jasad renik telah melihat adanya gejala rantai makanan, pengaturan populasi dan strategi hidup yang merupakan fenomena penting dalam ekologi. Ahli botani lain Richard Bradly mengungkapkan konsep tentang produktivitas hayati, yang merupakan subjek lain yang merupakan inti dari ekologi. Sampai saat itu pun sebenarnya belum dikenal istilah ekologi, dan baru pada tahun 1869 diperkenalkan istilah ekologi oleh Ernst Haeckel, seorang ahli biologi Jerman yang menekankan adanya hubungan timbal-balik antarsemua komponen kehidupan dalam satu sistem. Berbagai konsep, prinsip dan hukum dalam kehidupan yang dipelajari dalam ekologi sudah dipikirkan para pakar sebelumnya. Hukum minimum dari Justus von Liebig tentang faktor utama yang menentukan mutu atau keadaan suatu sistem sudah dikembangkan sejak tahun1840. Demikian pula konsep tentang keanekaragaman hayati, toleransi, suksesi, dan sebagainya, dasar-dasarnya sudah dikemukakan para ahli biologi sebelum munculnya cabang ilmu pengetahuan ekologi. Oleh karena itu, sering kali sampai tahun 1970-an ekologi dianggap sebagai cabang dari biologi. Namun, di kemudian hari dengan merebaknya berbagai isu lingkungan hidup antara tahun 1968-1970 walaupun tetap mempunyai hubungan yang erat dengan biologi, tetapi ekologi mulai dilihat sebagai ilmu tersendiri yang interdisiplin, serta berdasarkan disiplin yang integratif yang mengaitkan berbagai proses fisik dan hayati. Bahkan digunakan untuk menjelaskan seluk-beluk kota dengan apa yang disebut ekologi kota, seluk-beluk administrasi melalui pendekatan ekologi administrasi dan sebagainya.

6. Ilmu pengetahuan tentang kehidupan berkembang secara merologi dengan melihat bagian-bagian suatu sistem sampai organ, sel, dan atom yang sangat berguna dalam berbagai masalah (kesehatan, rekayasa genetik, dan sebagainya) di samping juga berkembang secara holistik (utuh) sehingga keterkaitan suatu unsur dalam kehidupan satu sama lain dapat diketahui dan dapat dikelola secara makro dalam sistemnya.