Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

15 Soal (Essay) Taksonomi Tumbuhan Rendah Beserta Jawaban

Kumpulan Soal (Uraian/Esai) Materi Taksonomi Tumbuhan Rendah

1. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Lumut tanduk (Anthocerotaceae)!

2. Uraikan tentang Lumut daun atau lumut sejati (Musci)!

3. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Pterydophyta!

4. Uraikan tentang Paku Homospora!

5. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Paku Heterospora!

6. Uraikan tentang Paku Peralihan!

7. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Psilophyta (paku purba/paku tel4njang)!

8. Uraikan tentang Equisetophyta/Sphenophyta (Paku ekor kuda)!

9. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Lycophyta!

10. Uraikan tentang Filicinae/Pterophyta (Paku Sejati)!

11. Uraikan tentang Algae (tumbuhan ganggang)!

12. Keuntungan apa saja Alga bagi kehidupan manusia?

13. Kerugian apa saja Alga bagi kehidupan manusia?

14. Jelaskan apa yang kamu ketahui tentang Chlorophyta (Ganggang Hijau)!

15. Uraikan tentang Chrysophyta (Ganggang Keemasan)!

Jawaban:

1. Tubuh lumut tanduk menyerupai lumut hati yaitu seperti talus, tetapi sporofitnya berbentuk kapsul memanjang yang tumbuh seperti tanduk dari gametofit. Cara perkembang biakannya sama dengan lumut hati, yaitu perkembang biakan secara generatif dengan membentuk anteridium dan arkhegonium yang terkumpul pada sisi atas talus. Salah satu contoh dari lumut tanduk adalah Anthoceros Laevis.

2. Lumut daun atau lumut sejati merupakan lumut yang sering kita jumpai karena tempat hidupnya yang lebih terbuka dibanding lumut lain, bentuknya pun lebih menarik. Lumut ini disebut dengan lumut sejati dan tidak memiliki akar.

3. Tumbuhan paku disebut juga pterydophyta. Tumbuhan paku memiliki tingkatan lebih tinggi dari lumut karena memiliki akar, daun, dan batang sejati sehingga disebut kormofita. Tumbuhan paku memiliki habitat utama ditempat yang lembab, namun tumbuhan paku juga dapat hidup diberbagai tempat seperti di air, permukaan batu, tanah, serta dapat juga menempel (epifit) pada pohon. Tumbuhan paku merupakan organisme multiseluler dan eukariotik.

4. Paku Homospora, merupakan tumbuhan paku yang menghasilkan spora, memiliki jenis kelamin dan ukuran yang sama. Spora jantan dan betina tidak dapat dibedakan. Tumbuhan jenis ini disebut juga tumbuhan paku Isospora seperti pada paku kawat

5. Paku Heterospora, paku heterospora merupakan tumbuhan paku yang menghasilkan spora. Spora yang dihasilkan memiliki ukuran berbeda antara spora jantan dan betina. Spora jantan berukuran lebih kecil sehingga disebut mikrospora, sedangkan spora betina berukuran lebih besar sehingga disebut makrospora. Paku heterospora juga dikenal dengan sebutan an-isospora. Contohnya paku rane.

6. Paku Peralihan, paku peralihan merupakan tumbuhan paku dengan jenis kelamin yang berbeda (jantan atau betina) namun ukuran sporanya sama, contohnya seperti pada paku ekor kuda. Tumbuhan paku termasuk ke dalam kingdom plantae dan memiliki beberapa kelas, yaitu: Psilophyta, Equisetophyta, Lycophyta, dan Filicinae/Pterophyta.

7. Psilophyta (paku purba/paku telanjang), tumbuhan paku kelas psilophyta dapat ditemukan di daerah tropis maupun subtropis. Tumbuhan jenis ini memiliki habitat di air dangkal. Dindingselnya terdiri dari beberapa lapis sel yang tersusun sebagai tetrade. Paku purba merupakan paku telanjang yang memiliki daun berukuran kecil (mikrofil) yang belum terdiferensiasi. Pada bagian batang terdapat sebuah struktur yang disebut mikrofil. Mikrofil ini berbentuk sisik, tidak bertulang, dan tersusung jarang-jarang dalam garis spiral.Tumbuhna paku kelas psilophyta memiliki batang yang bercabang dengan sporangium di ujungnya. Kelas psilophyta belum memiliki daun dan akar sejati. Batangnya memiliki jaringan pengangkut sama seperti batang pada umumnya.

8. Equisetophyta/Sphenophyta (Paku ekor kuda), tumbuhan paku kelas ini merupakan tumbuhan paku yang memiliki batang mirip dengan bentuk ekor kuda. Memiliki daun yang berukuran kecil-kecil menyerupai sisik dengan susunan berkarang atau melingkar pada buku. Batang beruas-ruas dengan sporangium yang tersusun dalam stobilus menyerupai ekor kuda. Memiliki semacam rimpang yang merayap dengan cabang berdiri tegak. Perkembangbiakan dapat secara seksual dan aseksual. Secara aseksual dengan membentuk anteredium dan arkegonium, sedangkan aseksualnya dengan spora. Terdapat sporofil berbentuk perisai dengan sejumlah sporangium pada sisi bawah.

9. Lycophyta merupakan tumbuhan paku dengan berkas pengangkut sederhana dan mempunyai akar membentuk percabangan menggarputerletak di sepanjang bagian bawah dari rimpang. Tumbuh tegak atau berbaring dengan cabang-cabang menjulang ke atas. Cabang-cabang tertutup oleh daun-daun berukuran kecil tersusun rapat dan spiral, sporangium muncul di ketiak daun dan berkumpul membentuk strobilus (kerucut). Tubuh tumbuhan dapat ditemukan daun yang berbentuk seperti rambut atau jarum. Sporofilnya berbentuk segitiga sama sisi, mempunyai rangkaian, mempunyai sporangium yang agak pipih. Letak sporangium adalah pada sisi atas daun, dekat dengan pangkalnya.

10. Filicinae merupakan kelompok tumbuhan paku yang tingkatannya lebih tinggi dari jenis paku lainnya. Kelas ini sudah memiliki akar, batang dan daun sejati secara keseluruhan. Paku sejati memiliki banyak tulang daun dan mempunyai makrofil (daun besar), serta mesofil (daging daun). Batangnya dapat tumbuh di atas atau di bawah tanah. Ciri khas dari filicinae adalah daunnya yang mudah menggulung dengan sporus yang biasanya ditemukan di bagian permukaan daun.

11. Algae (tumbuhan ganggang), ganggang (Algae) banyak ditemukan di air tawar, air laut ataupun di tempat tempat lembab. Bentuk tubuh ganggang ada yang bersel satu dan ada yang tersusun atas banyak sel. Ganggang yang multiseluler ada yang berbentuk seperti benang, lembaran, dan koloni sel-sel. Ganggang tidak memiliki akar, batang dan daun sejati, namun ada sebagian ganggang laut memiliki bentuk yang menyerupai akar. Alga terbagi menjadi dua golongan yaitu alga yang merugikan bagi kehidupan manusia dan alga yang menguntungkan bagi kehidupan manusia.

12. Alga yang menguntungkan bagi kehidupan manusia berupa :
a. Pembebas energi, banyak terdapat pada divisi Chlorophyta yang memiliki klorofil.
b. Penyusun biomassa
c. PST (Protein Sel Tunggal) contohnya divisi chlorophyta yaitu Chlorella sp.
d. Pengolahan limbah.
e. Pembuat agar, contohnya divisi Rhodophyta marga Gelidium.
f. Pembuat makanan, contohnya divisi Rhodophyta marga Poriphyra untuk pembuatan sushi.
g. Penghasil O2 yaitu kemampuannya sebagai organisme autotrof, namun hanya algae yang mempunyai klorofil yang mampu berfotosintesis.

13. Alga yang merugikan kehidupan manusia berupa :
a. Blooming alga. Merupakan salah satu peranan merugikan dari alga dimana suatu ekosistem air terjadi peledakan biomassa alga yang dapat menutupi perairan sehingga organisme dibawahnya tertutup cahaya matahari khususnya produsen sehingga tidak dapat melakukan fotosintesis.

b. Penyebab penyakit, contohnya di Amerika Serikat disebut dengan istilah “Pasang Merah”, oleh divisi pyrrophyta (genus Gymnodium dan Gonyaulaz) yang menyebabkan keracunan, kelumpuhan hingga kematian.

14. Mempunyai pigmen klorofil a, klorofil b, karoten dan xantofil. Ganggang ini juga dapatmelakukan fotosintesis, memiliki cadangan makanan berupa amilum. 90% hidup di air tawar dan 10% hidup di laut. Yang hidup di air umumnya sebagai plankton atau bentos, juga menempel pada batu dan tanah. Ganggang hijau merupakan kelompok ganggang yang paling banyak jumlahnya diantara ganggang lain.

15. Ganggang keemasan bersel tunggal atau banyak, memiliki pigmen dominankarotin (pigmen klorofil a, klorofil c, karoten, xantofil dan fikosantin). Hidup secaraautotrof, reproduksi aseksual (membentuk auksospora dan membelah diri) seksual (oogami)